Judul:Perlawanan Santri Pinggiran
Pengarang:Radjasa Mu'tasim
Halaman:176
Ukuran:14,8 x 21

Santri pinggiran adalah istilah yang mereferensi pada komunitas santri yang terpinggirkan—atau sengaja dipinggirkan—secara politis dan ekonomis oleh pemerintah. Mereka tersisih dari derap modernisasi dan pembangungan karena membangkang terhadap pemerintah. Dengan berbekal semangat juang Pangeran Diponegoro yang konon pernah singgah di desa itu dalam melawan penjajah, penduduk Desa Mangadeg melakukan “perlawanan halus” terhadap pemerintah. Posisi mereka yang resisten terhadap pemerintah tidak lepas dari peran kiai yang menjadi patron mereka. Segala fatwa kiai menjadi “sabda suci” yang mesti ditaati. Inilah sebuah karya ilmiah berbobot yang menyoroti sebuah masyarakat santri yang unik dan menarik. Dengan pisau analisis wacana yang tajam, penulis berhasil membedah world view masyarakat, latar belakang resistensi terhadap pemerintah, penolakan terhadap budaya baru, kepatuhan absolut kepada kiai, serta hegemoni kiai dengan relasi kuasa politik dan ekonominya. Dengan membacanya, kita tercerahkan dan terinspirasi untuk selalu mengembangkan nalar kritis dalam membaca realitas sekitar.