Judul:Mendidik Anak lewat Dongeng
Pengarang:Muhaimin al-Qudsy dan Ulfah Nurhidayah
Halaman:376
Ukuran:14,8 x 21

“Mendongeng adalah ibadah, jihad orang tua untuk membentuk generasi masa depan.” (Suminto A. Sayuti) Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya memiliki budi pekerti mulia. Seluruh pendidik tentu mengharapkan anak didiknya berakhlak mulia. Hanya saja, petuah ihwal keluhuran budi pekerti tidak bisa disampaikan secara langsung kepada anak-anak. Dibutuhkan strategi-strategi khusus. Salah satunya adalah dengan mendongeng. Melalui dongeng, pendidik bisa menyusupkan pesan dan hikmah berharga. Anak yang menyimak pun merasa terhibur dan bisa memetik pelajaran darinya. Walhasil, mendidik dengan dongeng begitu mengasyikkan sekaligus bermanfaat. Buku ini berisi pelbagai informasi berharga tentang pentingnya mendidik anak melalui dongeng. Dengan membacanya, tersentak kesadaran kita betapa besar manfaat dari pendidikan model ini yang mulai banyak ditinggalkan. Kita pun tergerak untuk menghidupkannya kembali. Di dalamnya disuguhkan berbagai kiat mendongeng secara menarik. Aneka kendala orang tua dalam mendongeng, sekaligus jalan keluarnya juga mendapat porsi pembahasan tersendiri. Pada akhirnya, kita berkesimpulan, mendongeng itu mudah. Tidak ada alasan lagi bagi orang tua untuk tidak mendongeng. Sebagai bonus, ditambahkan 100 dongeng yang dihimpun dari berbagai koleksi dari dalam ataupun luar negeri. Semua dongeng diikat oleh satu simpul, yakni pelajaran berharga bagi anak-anak yang mendengarnya. Ditulis dengan bahasa memikat dan mengalir, buku ini layak dimiliki oleh para orang tua atau pendidik yang peduli pada pendidikan budi pekerti anak melalui dongeng.