Judul:Perbaiki Waktu Shalat dan Arah Kiblatmu!
Pengarang:H.M. Dimsiki Hadi
Halaman:136
Ukuran:14 x 20

Akhir-akhir ini, ada perubahan arah kiblat, sebagai akibat pergeseran lempeng bumi dan musibah gempa yang melanda negara kita, ramai dibicarakan. Menurut penelirian dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, sekitar 320.000 masjid mengalami pergeseran arah kiblat. Sementara data dari Kementerian Agama menyebutkan angka 160.000 masjid dari 800.000 masjid di Indonesia. Isu tersebut dibantah oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Doktor astronomi dari Universitas Kyoto tersebut mengakui banyak masjid yang arah kiblatnya melenceng. Namun, itu terjadi bukan karena perubahan arah kiblat, melainkan penentu awal yang kurang tepat. Ia mengatakan bahwa penentuan arah kiblat sudah ada ketentuannya, yakni pada saat matahari tengah berada tepat di atas kota Mekah, yang terjadi sekitar tanggal 26-30 Mei pukul 16.18 WIB dan 13-17 Juli pukul 16.27 WIB. Bagaimana cara menentukan arah kiblat dengan bantuan sinar matahari tersebut? Jawaban atas pertanyaan tersebutlah yang menjadi fokus pembahasan buku ini. Selain itu, dijelaskan pula cara menentukan awal waktu shalat pada suatu tempat. Selama ini, penentuan waktu shalat pada suatu tempat ditentukan berdasarkan garis bujur. Penentuan ini sebenarnya kurang tepat. Garis lintang dan ketinggian tempat dari permukaan air laut ternyata juga memengaruhi awal waktu shalat. Oleh karena itu, konversi waktu shalat untuk daerah lain yang tertera pada jadwal shalat pada suatu daerah, tidak berlaku sepanjang tahun karena posisi matahari selalu bergerak. Bagaimanakah cara menentukan waktu shalat yang tepat untuk suatu daerah? Dapatkan jawabannya dalam uraian di dalam buku ini.