Judul:Berebut Tanah Suci Palestina
Pengarang:Abu Bakar
Halaman:304 hal
Ukuran:14 x 21 cm

Tanah suci itu bernama Yerussalem. Namun kesucian yang diagungkan umat manusia itu tercemar oleh darah yang tumpah. Kesucian itu seolah malah menjadi sumber petaka. Dirunut ke belakang, pertumpahan darah dan konflik di tanah suci itu ternyata telah berlangsung ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Kini, konflik terus berlangsung. Hak-hak kaum muslim di Palestina tetap saja diabaikan tak terpenuhi. Mereka terus berjuang untuk mendapatkan kembali hak atas sepotong tanah tumpah darah yang telah dirampas. Seperti layaknya konflik dan peperangan yang belum berakhir, kita hanya dapat mengetahui awalnya tapi tidak akhirnya. Jalan menuju perdamaian tampaknya masih panjang dan kian terjal.